Senin, 02 Februari 2015

Pendakian Gunung Bromo


BROMO PUNYA CERITA





mmmmm..... Gunung Bromo adalah gunung api yang masih aktif yang terletak di Jawa Timur tepatnya di Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Gunung Bromo memiliki ketinggian 2.392 mdpl.Untuk menuju gunung Bromo ada banyak pilihan jalur dan basecamp atau penginapan antara lain: Cemoro lawang – NgadisariJemplang – Ngadas. Untuk transportasi bila dari Jakarta kita bisa naik kereta dan turun di stasiun Malang. Tips: jika berlebih uang atau banyak anggota kita bisa memanfaatkan porter yang biasanya menawarkan jasa saat kita tiba di stasiun Malang. Ini akan efektif sekali. (tentunya keuangan dibagi rata ya).Lanjut ke cerita gue.........

Setelah bertahun-tahun memendam hasrat dan niat, akhirnya kesampaian juga gue mengunjungi gunung Bromo. Gue nyesel kenapa nggak dari dulu bisa mengunjungi salah satu objek wisata unggulan pulau Jawa tersebut, padahal lokasinya deket dan satu kota sama tempat kelahiran bapak ibu gue, juga asal kakek nenek gue, sodara gue, dan kucing kesayangan gue. Kebetulan liburan cukup panjang karena waktu itu lagi tahun baruan, dan yang paling spesial gue kesana sama si doi, setelah beberapa hari mudik di rumah si mbah dan rumah gue di Probolinggo, akhirnya munculah ide traveling ke Bromo, dan gue agak maksa sodara gue yang disana buat nganter ke Bromo, dan ternyata dia juga kebetulan mau nemuin ceweknya yang orang desa sukasari (Sebuah desa di deket Bromo) kebetulan yang disengaja, Akhirnya berangkatlah kami dari kota Probolinggo menuju Bromo. naik motor (1 Januari 2015)

Sejarah terbentuknya gunung Bromo adalah bermula dari letusan yang memecah belah Gunung Tengger (4000 mdpl). Akibat letusan tersebut terbentuklah sebuah komplek gunung yang di dalamnya meliputi Lautan Pasir, Gunung Widodaren, Gunung Watangan, Gunung Kursi, Gunung Batok dan Gunung Bromo. Selain penjelasan secara ilmiah, terbentuknya atau sejarah gunung Bromo juga sangat kental akan cerita rakyat.

Pegunungan Tengger adalah pegunungan yang sangat besar yang di dalamnya terdapat gunung-gunung kecil antara lain: G. Penanjakan ( 2.770 mdpl.), G. Cemorolawang, G. Lingker ( 2.278 mdpl.), G. Pundak Lembu ( 2.635 mdpl.), G Jantur ( 2.705 mdpl.),G.Ider-ider ( 2.527 mdpl.) serta G.Mungal ( 2.480 mdpl.). Sedangkan pada Komplek Pegunungan Jambangan terdapat G. Lanang ( 2.313 mdpl ), G Ayek-ayek ( 2.819 mdpl ), G. Panggonan Cilik ( 2.883 mdpl ), G Keduwung ( 2.334 mdpl ), G Jambangan ( 3.020 mdpl ), G Widodaren ( 2.000 mdpl ), G Kepolo ( 3.035 mdpl ), G Malang ( 2.401 mdpl ), dan G Semeru ( 3.676 mdpl ).


MENUJU LOKASI
Desa Tosari – Wonokitri

Dari Surabaya kita bisa naik bis menuju Probolinggo dan turun di Pasuruan. Selanjutnya naik colt/angkutan umum menuju Desa Tosari – Wonokitri. Di Wonokitri kita bisa bermalam di hotel/losmen. Selanjutnya jarak menuju wisata Bromo sudah dekat.

Dari arah Probolinggo kita naik colt atau bis menuju Sukapura, kemudian kita terus ke Ngadisari. Dari Ngadisari naik kuda atau jalan kaki menuju Cemoro lawang sejauh 3 km. Di Cemoro lawang kita dapat bermalam di hotel/losmen. Selanjutnya jarak menuju wisata Bromo udah deket. Para wisatawan atau pendatang yang berwisata ke gunung Bromo kebanyakan akan memulai perjalanan di dini hari sekali untuk mengejar sunrise atau matahari terbit. Maka dari itu planning terbaik yakni menginap di salah satu penginapan sesuai jalur lokasi di atas.

Setelah beberapa jam dari kota probolinggo dengan naik motor, tibalah kami di TNGBTS (Taman Nasional Gunung Bromo Tengger Semeru)

Gue gak jalanin info-info di atas sih, karena gue masuk aja juga gratis karena si cewek sodara gue, ternyata kenal ama penjaga tiket registrasi masuk di bromo, kebetulan yang disengaja lagi, hahahaha.... Alhamdulillah....


 
Ohya registrasi wisata Bromo, sebenarnya kita harus bayar Rp 30.000, tapi Alhamdulillah kami bayar Rp 0 (GRATIS to the TIS), lalu naik motor dan menyusuri lautan pasir, muter-muter di bukit teletubbies trus ke kawah gunung Bromo, sebelum naik ke kawah gunung Bromo motor kita titipin di parkiran sekitar lautan pasir Bromo, trus kemudian jalan satu jam an menuju kawah Bromo.











Senyum aja ngelihat doi di samping gue, capek gue pijitin, ngeluh gue semangatin pas waktu ngetrek ke kawah.

Capek nyet? tanya gue
Iya Nyet. Jawab doi
Ini belum seberapa jalan kakinya kalo dibandingin mbolang ke Lawu nyet
Iya to??? jawab doi gue yang katanya pengen ke Lawu
Ayo jalan terus, semangat nyet. (sambil ngos-ngosan juga)

"Nyet" adalah panggilan sayang kami berdua, yah kami adalah 2 monyet yang telah ber evolusi menjadi manusia cantik dan ganteng,gak penting kan?

dan akhirnya kita sampe di kawah gunung Bromo, setelah jalan nanjak melewati pasir dan anak tangga. Dan saatnya  photo-photo mengabadikan momen, trus balik lagi ke Ngawi.











Makasih ya buat sodara gue dek inung yang udah mau nemenin, trus ceweknya yang bikin kita masuk gratis,upppsss... intinya makasih buat kebaikan kalian teman-teman. dan makasih buat si doi, mumumumu.... hehehehe....

Nih foto-foto lain keindahan Bromo :













Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Thanks ya udah mampir baca... share, like, dan komen juga boleh :)